Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bahas berita ekonomi berdampak tinggi "Average Hourly Earnings m/m" ini.


---


Berita Ekonomi: Average Hourly Earnings m/m

  • Mata Uang: USD
  • Dampak: Tinggi
  • Perkiraan (Forecast): 0.3%
  • Sebelumnya (Previous): 0.3%
  • Waktu: 2025-10-03 19:30 WIB (Waktu Indonesia Barat) / 12:30 GMT

---


#

Penjelasan: Apa itu Average Hourly Earnings m/m?

Average Hourly Earnings (AHE) adalah rata-rata pendapatan yang dibayarkan kepada pekerja per jam, tidak termasuk pekerja di sektor pertanian dan pegawai pemerintah. Angka ini sering dilaporkan bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan bulanan (Non-Farm Payrolls).


  • "m/m" (month-over-month) berarti data ini menunjukkan perubahan persentase rata-rata pendapatan per jam dari bulan ke bulan.

Mengapa ini penting dan berdampak tinggi?


1. Indikator Inflasi: Kenaikan upah adalah salah satu pendorong inflasi yang paling signifikan. Jika pekerja menghasilkan lebih banyak uang, mereka memiliki daya beli yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan permintaan barang dan jasa. Permintaan yang lebih tinggi dapat mendorong harga naik. Bank sentral, seperti Federal Reserve (The Fed) di AS, memantau data ini dengan cermat untuk menilai tekanan inflasi.


2. Kebijakan Moneter The Fed: The Fed memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga (melawan inflasi) dan mempromosikan lapangan kerja maksimum. Jika AHE tumbuh terlalu cepat, ini mengindikasikan tekanan inflasi yang kuat, yang kemungkinan akan mendorong The Fed untuk mengambil sikap yang lebih *hawkish

  • (cenderung menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi) untuk mendinginkan ekonomi. Sebaliknya, pertumbuhan upah yang melambat dapat membuat The Fed lebih *dovish* (cenderung menurunkan atau tidak menaikkan suku bunga).

3. Kesehatan Ekonomi dan Daya Beli Konsumen: Kenaikan upah yang berkelanjutan menunjukkan pasar tenaga kerja yang sehat dan daya beli konsumen yang kuat, yang merupakan tulang punggung ekonomi AS.


---


#

Analisis Dampak Terhadap Mata Uang USD

Mengingat AHE adalah indikator inflasi dan kebijakan moneter The Fed yang sangat penting, rilis data ini dapat menyebabkan volatilitas signifikan pada USD.


1. Skenario: Hasil Lebih Tinggi dari Perkiraan (misalnya 0.4% atau lebih)

  • Implikasi: Upah tumbuh lebih cepat dari yang diantisipasi. Ini menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat di ekonomi AS.
  • Respons The Fed (Potensial): Pasar akan menginterpretasikan ini sebagai sinyal bahwa The Fed kemungkinan akan tetap *hawkish*, mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.
  • Dampak pada USD: USD cenderung MENGUAT. Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset berdenominasi USD lebih menarik bagi investor asing, meningkatkan permintaan terhadap dolar.

2. Skenario: Hasil Sesuai Perkiraan (0.3%)

  • Implikasi: Pertumbuhan upah sejalan dengan ekspektasi pasar. Tekanan inflasi dianggap stabil atau sudah diperhitungkan oleh pasar.
  • Respons The Fed (Potensial): Tidak ada perubahan mendadak dalam ekspektasi kebijakan The Fed.
  • Dampak pada USD: Dampak minimal atau NETRAL pada USD. Pergerakan USD mungkin akan ditentukan oleh faktor ekonomi lainnya atau sentimen pasar secara keseluruhan.

3. Skenario: Hasil Lebih Rendah dari Perkiraan (misalnya 0.2% atau kurang)

  • Implikasi: Upah tumbuh lebih lambat dari yang diantisipasi. Ini menunjukkan tekanan inflasi yang berkurang di ekonomi AS.
  • Respons The Fed (Potensial): Pasar akan menginterpretasikan ini sebagai sinyal bahwa The Fed mungkin tidak perlu terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga atau bahkan dapat mulai mempertimbangkan pemotongan suku bunga di masa depan.
  • Dampak pada USD: USD cenderung MELEMAH. Suku bunga yang lebih rendah atau prospek pemotongan suku bunga membuat aset berdenominasi USD kurang menarik, mengurangi permintaan terhadap dolar.

---


Kesimpulan:


Dengan perkiraan dan sebelumnya di 0.3%, pasar akan sangat sensitif terhadap setiap penyimpangan dari angka ini.

  • Jika angka aktual datang di atas 0.3%, perkirakan USD akan menguat.
  • Jika angka aktual datang di bawah 0.3%, perkirakan USD akan melemah.
  • Jika angka aktual sesuai 0.3%, dampaknya mungkin terbatas kecuali ada data lain yang dirilis bersamaan atau sentimen pasar yang kuat.

Investor akan membandingkan angka ini dengan laporan ketenagakerjaan secara keseluruhan dan data inflasi lainnya untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter The Fed.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Berdasarkan konteks yang diberikan dan asumsi kondisi ekonomi di mana inflasi masih menjadi perhatian utama The Fed, meskipun ada ekspektasi stabil (0.3% Forecast vs 0.3% Previous), ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
  • Fokus The Fed: The Fed akan sangat sensitif terhadap indikator inflasi, termasuk pertumbuhan upah. Meskipun AHE 0.3% m/m tidak menunjukkan percepatan, ini juga tidak menunjukkan perlambatan yang signifikan. Jika inflasi inti masih di atas target The Fed (misalnya, 2%), pertumbuhan upah yang stabil di 0.3% m/m masih dapat dianggap "terlalu tinggi" untuk mencapai target inflasi secara berkelanjutan.
  • Sentimen Pasar "Higher for Longer": Banyak trader cenderung mencari konfirmasi untuk narasi "suku bunga tinggi lebih lama" (higher for longer) ketika data ekonomi menunjukkan ketahanan atau tidak ada pelemahan yang berarti. Hasil AHE yang sesuai perkiraan (0.3%) berarti tekanan upah tidak mereda, yang bisa memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk memastikan inflasi terkendali.
  • Reaksi Terhadap "Non-Event": Ketika hasilnya sesuai perkiraan, dampaknya seringkali minimal jika tidak ada kejutan dari data lain yang rilis bersamaan (seperti Non-Farm Payrolls). Namun, dalam kondisi pasar yang sensitif, "tidak ada perubahan" dalam tekanan inflasi upah bisa diinterpretasikan secara *hawkish* daripada *dovish*.

Analisis:
  • Alasan Utama (Fundamental/Sentimen): AHE yang stabil di 0.3% m/m, tanpa adanya tanda pendinginan yang signifikan, kemungkinan besar akan diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi upah masih persisten. Hal ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan moneter. Ekspektasi "higher for longer" suku bunga AS akan meningkat, membuat USD lebih menarik.
  • Skenario Alternatif:
  • AHE Jauh Lebih Tinggi (>0.3%): Kenaikan upah yang lebih kuat dari perkiraan akan memicu reaksi *hawkish* yang sangat signifikan dari The Fed, mendorong penguatan USD yang tajam.
  • AHE Jauh Lebih Rendah (<0.3%): Perlambatan upah yang nyata akan memicu ekspektasi The Fed untuk menjadi lebih *dovish* di masa depan, menyebabkan pelemahan USD yang tajam.
  • AHE Tepat 0.3% dengan NFP Lemah: Jika rilis data ketenagakerjaan lain (misalnya Non-Farm Payrolls) menunjukkan kelemahan signifikan, bahkan AHE yang stabil pun mungkin tidak cukup untuk mencegah pelemahan USD karena kekhawatiran resesi.

KEPUTUSAN: MENGUAT untuk USD.