Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Berita ekonomi "Penjualan Ritel Inti (Core Retail Sales) m/m" dengan dampak tinggi menunjukkan perubahan penjualan ritel inti (tidak termasuk barang-barang yang mudah berubah seperti otomotif dan bahan bakar) di Amerika Serikat dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini diukur dalam persen (% m/m berarti *month-over-month*).


Penjelasan:


  • Prakiraan (Forecast): 0.3%: Para ekonom memprediksi peningkatan penjualan ritel inti sebesar 0.3% pada Juli 2025 dibandingkan Juni 2025. Ini mengindikasikan optimisme terhadap kinerja ekonomi AS.

  • Angka Sebelumnya (Previous): -0.3%: Pada bulan sebelumnya (Juni 2025), penjualan ritel inti justru mengalami penurunan sebesar 0.3%. Ini menandakan penurunan aktivitas belanja konsumen.

  • Dampak (Impact): Tinggi: Ini menunjukkan bahwa angka penjualan ritel inti ini merupakan indikator ekonomi penting yang berpengaruh signifikan terhadap pasar keuangan, khususnya nilai tukar USD.

Analisis Dampak terhadap USD:


Jika angka riil penjualan ritel inti pada Juli 2025 melebihi prakiraan 0.3%, misalnya mencapai 0.5% atau lebih, maka hal ini akan dianggap sebagai berita positif. Ini menunjukkan bahwa ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, meningkatkan keyakinan investor terhadap perekonomian AS dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Akibatnya, permintaan terhadap USD cenderung meningkat, sehingga nilai tukar USD kemungkinan akan menguat terhadap mata uang lainnya.


Sebaliknya, jika angka riil lebih rendah dari prakiraan 0.3%, misalnya 0.1% atau bahkan negatif, ini akan dianggap sebagai berita negatif. Hal ini mengindikasikan pelemahan ekonomi AS dan bisa mengurangi kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga. Dalam skenario ini, nilai tukar USD kemungkinan akan melemah.


Jika angka riil sesuai dengan prakiraan 0.3%, maka dampaknya terhadap USD kemungkinan akan minimal atau terbatas. Pasar sudah mengantisipasi angka tersebut, sehingga tidak akan ada reaksi yang signifikan.


Kesimpulan:


Angka penjualan ritel inti merupakan indikator penting kesehatan ekonomi AS. Perbedaan antara angka riil dan prakiraan akan berdampak signifikan pada nilai tukar USD. Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi cenderung menguatkan USD, sementara angka yang lebih rendah cenderung melemahkannya. Penting untuk diingat bahwa ini hanya satu faktor dari banyak faktor yang mempengaruhi nilai tukar USD, dan reaksi pasar juga dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar secara keseluruhan dan faktor-faktor ekonomi lainnya.


Prediksi Dampak Terhadap Mata Uang Terkait

Analisis Penjualan Ritel Inti (Core Retail Sales) m/m AS:

Berdasarkan konteks yang diberikan dan riset mendalam mengenai kebiasaan pasar serta sentimen yang mengelilingi rilis data ekonomi berdampak tinggi seperti ini:
  • Skenario Utama (Angka Riil Melebihi Prakiraan, misal >0.3%):
  • Alasan Fundamental: Mengkonfirmasi kekuatan ekonomi konsumen AS yang lebih dari yang diharapkan, menopang narasi pertumbuhan. Ini akan meningkatkan probabilitas Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan sikap hawkish atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
  • Sentimen Pasar: Sangat positif (bullish) terhadap USD. Investor akan menafsirkan ini sebagai tanda ketahanan ekonomi, meningkatkan kepercayaan terhadap aset AS.
  • Reaksi Trader: Permintaan terhadap USD akan melonjak, terjadi aksi beli yang agresif, didorong oleh momentum dan harapan kenaikan suku bunga.
  • Skenario Alternatif 1 (Angka Riil Lebih Rendah dari Prakiraan, misal <0.3%):
  • Alasan Fundamental: Menunjukkan pelemahan di sektor konsumsi inti, meskipun ada ekspektasi rebound dari data sebelumnya. Ini akan menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS dan dapat mengurangi kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunga atau bahkan memicu spekulasi penurunan suku bunga.
  • Sentimen Pasar: Negatif (bearish) terhadap USD. Kekhawatiran resesi atau perlambatan ekonomi akan mendominasi.
  • Reaksi Trader: Penjualan USD secara masif akan terjadi, karena investor menarik diri dari aset berisiko atau mata uang yang prospeknya melemah. Disappointment akan diperparah mengingat data sebelumnya yang sudah negatif (-0.3%).
  • Skenario Alternatif 2 (Angka Riil Sesuai Prakiraan, 0.3%):
  • Alasan Fundamental: Data sudah diantisipasi oleh pasar. Tidak ada kejutan signifikan yang mengubah fundamental atau ekspektasi kebijakan The Fed secara drastis.
  • Sentimen Pasar: Netral, atau mungkin ada sedikit volatilitas jangka pendek akibat aksi profit-taking atau rebalancing posisi.
  • Reaksi Trader: Dampak terhadap USD cenderung minimal atau terbatas. Pasar akan beralih fokus ke data ekonomi berikutnya atau pernyataan dari pejabat The Fed.
  • Analisis Sentimen dan Kebiasaan Trader:
  • Ekspektasi Rebound: Pasar telah mengantisipasi adanya rebound dari angka negatif sebelumnya ke angka positif. Ini berarti optimisme tertentu sudah "terharga" dalam USD.
  • Dampak Kekuatan vs. Kelemahan: Mengingat optimisme rebound yang sudah ada, kegagalan untuk memenuhi prakiraan (terutama jika angka riil mendekati atau kembali negatif) kemungkinan akan memicu reaksi *jual* yang lebih tajam dan signifikan. Disappointment setelah ekspektasi rebound sering kali lebih parah daripada kegembiraan dari sedikit melebihi ekspektasi.
  • Korelasi dengan Suku Bunga: Pasar akan segera mengkaitkan angka ini dengan jalur kebijakan suku bunga The Fed. Angka yang kuat = The Fed *hawkish* (USD menguat). Angka yang lemah = The Fed *dovish* (USD melemah).

KEPUTUSAN: Sangat tergantung pada angka riil yang keluar. Namun, mengingat pasar sudah mengantisipasi rebound, kegagalan untuk memenuhi ekspektasi positif ini (yakni, angka riil < 0.3%) berpotensi memicu reaksi jual yang lebih tajam. Sebaliknya, angka riil yang jauh lebih tinggi (>0.3%) akan menyebabkan penguatan signifikan. Jika harus memilih satu kecenderungan tanpa data riil, potensi MELEMAH signifikan akan sangat tinggi jika ekspektasi rebound gagal terpenuhi.