Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Berita ekonomi "Penjualan Eceran Inti (Core Retail Sales) m/m" dengan dampak tinggi yang dijadwalkan pada 16 April 2025 pukul 19:30 WIB menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel inti di Amerika Serikat. Angka "m/m" menunjukkan perubahan bulanan.


Penjelasan:


Penjualan ritel inti merupakan indikator penting kesehatan ekonomi AS. Ini mengukur penjualan barang-barang ritel, *setelah

  • disesuaikan dengan inflasi dan *tidak* termasuk penjualan mobil, bensin, dan bahan bangunan. Artinya, angka ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang permintaan konsumen terhadap barang-barang konsumsi tahan lama dan tidak tahan lama. Permintaan konsumen yang kuat menunjukkan ekonomi yang sehat dan sebaliknya.

Forecast vs Previous:


  • Forecast (Perkiraan): 0.4%: Para analis memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel inti sebesar 0.4% pada bulan April 2025 dibandingkan bulan Maret 2025.
  • Previous (Sebelumnya): 0.3%: Pada bulan sebelumnya (Maret 2025), pertumbuhannya hanya mencapai 0.3%.

Analisis Dampak terhadap USD:


Jika angka riil penjualan ritel inti melebihi ekspektasi (misalnya, lebih dari 0.4%), ini akan berdampak positif terhadap USD. Mengapa? Karena:


  • Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan: Angka yang lebih tinggi menunjukkan kekuatan ekonomi AS yang lebih besar dari yang diperkirakan, meningkatkan kepercayaan investor.
  • Inflasi yang mungkin meningkat: Permintaan yang lebih kuat dapat mendorong tekanan inflasi. Meskipun inflasi tinggi biasanya negatif, peningkatan inflasi *sedikit* dapat menunjukkan ekonomi yang dinamis (meski perlu dipantau agar tidak terlalu tinggi).
  • The Federal Reserve (The Fed): The Fed, bank sentral AS, mungkin mempertimbangkan untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga acuan jika pertumbuhan ekonomi kuat dan inflasi meningkat. Kenaikan suku bunga biasanya menarik investor asing untuk berinvestasi di obligasi AS, meningkatkan permintaan terhadap USD.

Sebaliknya, jika angka riil penjualan ritel inti lebih rendah dari ekspektasi (misalnya, di bawah 0.4%), ini akan berdampak negatif terhadap USD karena:


  • Pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan: Ini akan mengurangi kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.
  • Tekanan deflasi (atau inflasi yang rendah): Permintaan yang lemah dapat menyebabkan deflasi atau inflasi yang lebih rendah dari target The Fed. Ini dapat membuat The Fed mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga, yang dapat mengurangi daya tarik USD bagi investor.

Kesimpulan:


Berita penjualan ritel inti ini berdampak tinggi karena dapat mempengaruhi kebijakan moneter The Fed dan sentimen pasar terhadap USD. Jika angka aktual melebihi ekspektasi, USD cenderung menguat. Jika angka aktual di bawah ekspektasi, USD cenderung melemah. Namun, perlu diingat bahwa faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi nilai tukar USD, sehingga ini hanyalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan.


Prediksi Dampak Terhadap Mata Uang Terkait

Berdasarkan analisis mendalam yang mempertimbangkan narasi berita, dinamika pasar yang umum, dan sentimen trader seputar kebijakan The Fed:
  • Konteks Utama (Simulasi Pasar April 2025): Diasumsikan pasar pada April 2025 masih sangat sensitif terhadap data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS, yang akan memengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga. Harapan akan potensi pemotongan suku bunga (atau sebaliknya, kenaikan/penahanan suku bunga) oleh The Fed akan menjadi pendorong utama.
  • Alasan Utama (Skenario Paling Berdampak):
  • Angka Aktual Jauh Melebihi Ekspektasi (e.g., 0.5% ke atas):
  • Fundamental: Menunjukkan kekuatan ekonomi AS yang jauh lebih besar dan permintaan konsumen yang lebih solid dari yang diperkirakan. Hal ini akan mengurangi urgensi The Fed untuk memangkas suku bunga atau bahkan membuka ruang untuk "higher for longer" jika inflasi tetap menjadi kekhawatiran.
  • Sentimen Pasar/Trader: Meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi AS. Trader akan cepat menggeser ekspektasi kebijakan The Fed menjadi lebih hawkish (lebih ketat), menarik modal ke obligasi AS dan meningkatkan permintaan USD. Media sosial akan ramai dengan narasi "AS kuat", "Fed tak perlu terburu-buru pangkas suku bunga." Ini seringkali menjadi katalis paling kuat untuk penguatan mata uang.
  • Skenario Alternatif:
  • Angka Aktual Jauh di Bawah Ekspektasi (e.g., 0.2% atau lebih rendah):
  • Fundamental: Menandakan perlambatan signifikan dalam belanja konsumen dan ekonomi AS, berpotensi menuju deflasi atau inflasi yang terlalu rendah.
  • Sentimen Pasar/Trader: Meningkatkan tekanan pada The Fed untuk segera memangkas suku bunga guna menstimulasi ekonomi. Ini akan membuat USD kurang menarik dan memicu aksi jual. Media sosial akan dipenuhi berita "resesi mengintai" atau "Fed harus bertindak."
  • Angka Aktual Sesuai Ekspektasi (0.4%) atau Sedikit Berbeda (0.3%-0.4%):
  • Fundamental: Dampak cenderung netral atau terbatas karena sudah diperkirakan pasar.
  • Sentimen Pasar/Trader: Reaksi awal mungkin moderat. Perhatian akan cepat beralih ke rilis data ekonomi atau pernyataan pejabat The Fed berikutnya. Volatilitas mungkin tinggi sesaat tetapi tidak menciptakan tren yang jelas kecuali ada faktor pendorong lain.
  • Kebiasaan Trader: Trader cenderung bereaksi keras terhadap "kejutan" (angka yang jauh dari *forecast*). Semakin besar penyimpangan, semakin kuat reaksi pasar. Dalam kasus berita berdampak tinggi seperti ini, reaksi awal biasanya menjadi indikasi tren jangka pendek.

KEPUTUSAN: Mengingat kecenderungan pasar untuk bereaksi kuat terhadap data yang menantang ekspektasi kebijakan moneter The Fed, potensi angka riil yang melebihi ekspektasi akan menjadi pendorong yang sangat kuat untuk penguatan USD, karena akan memperkuat argumen untuk kebijakan The Fed yang lebih ketat atau "higher for longer", menarik lebih banyak investor.

KEPUTUSAN: MENGUAT untuk MATA UANG TERKAIT.