Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bedah berita ekonomi "Core PCE Price Index m/m" ini.


---


#

Berita Ekonomi Berdampak Tinggi: Core PCE Price Index m/m

  • Nama Indikator: Core PCE Price Index m/m
  • Mata Uang: USD (Dolar AS)
  • Dampak: Tinggi
  • Waktu Rilis: 2025-11-26 22:00 WIB (Waktu Indonesia Barat) / 10:00 PM EST

---


##

Penjelasan: Apa Itu Core PCE Price Index?

PCE adalah singkatan dari Personal Consumption Expenditures (Pengeluaran Konsumsi Pribadi). Indeks Harga PCE adalah ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen di Amerika Serikat. Ini adalah salah satu indikator inflasi utama.


Berikut poin-poin penting mengenai "Core PCE Price Index m/m":


1. Indikator Inflasi Pilihan The Fed: Federal Reserve (Bank Sentral AS) secara eksplisit menyatakan bahwa Indeks Harga PCE, khususnya versi "Core" (Inti), adalah indikator inflasi pilihan mereka untuk memandu kebijakan moneter. Target inflasi The Fed adalah 2% per tahun (biasanya dilihat dari y/y atau tahun-ke-tahun, namun m/m juga memberikan gambaran tren bulanan).

2. "Core" (Inti): Bagian "Core" berarti indeks ini mengecualikan harga makanan dan energi yang volatil. Harga makanan dan energi cenderung berfluktuasi liar karena faktor-faktor seperti cuaca, geopolitik, dan pasokan global, sehingga tidak selalu mencerminkan tren inflasi yang mendasari dan berkelanjutan dalam perekonomian. Dengan mengecualikan item-item ini, "Core PCE" memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tekanan harga inti.

3. "m/m" (Month-over-Month): Ini menunjukkan perubahan harga dari bulan ke bulan. Artinya, data yang dirilis akan membandingkan Indeks Harga PCE Core bulan terbaru dengan bulan sebelumnya. Ini memberikan gambaran yang lebih instan tentang tren inflasi jangka pendek.


Singkatnya, Core PCE Price Index m/m mengukur seberapa cepat harga barang dan jasa (selain makanan dan energi) yang dibeli oleh konsumen AS berubah dalam sebulan terakhir.


---


##

Analisa Dampak terhadap Mata Uang USD

Karena Core PCE adalah indikator inflasi favorit The Fed, data ini memiliki dampak yang sangat tinggi terhadap ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter Federal Reserve, terutama terkait suku bunga acuan.


Berikut adalah skenario dampaknya terhadap USD:


1. Jika Angka Aktual Core PCE m/m > Angka Forecast (Inflasi Lebih Tinggi dari yang Diharapkan):

  • Interpretasi: Ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di AS lebih kuat dari yang diperkirakan.
  • Reaksi The Fed (Ekspektasi Pasar): Pasar akan memperkirakan The Fed akan lebih cenderung untuk menaikkan suku bunga acuan atau mempertahankannya pada level tinggi lebih lama untuk mendinginkan perekonomian dan mengendalikan inflasi.
  • Dampak pada USD: Suku bunga yang lebih tinggi (atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi) membuat aset denominasi USD lebih menarik bagi investor asing karena memberikan imbal hasil yang lebih baik. Ini meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS.
  • Kesimpulan: USD Cenderung MENGUAT.

2. Jika Angka Aktual Core PCE m/m < Angka Forecast (Inflasi Lebih Rendah dari yang Diharapkan):

  • Interpretasi: Ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di AS lebih lemah dari yang diperkirakan.
  • Reaksi The Fed (Ekspektasi Pasar): Pasar akan memperkirakan The Fed mungkin akan mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga acuan atau menahannya pada level rendah jika inflasi terus melambat dan berada di bawah target 2%.
  • Dampak pada USD: Suku bunga yang lebih rendah (atau ekspektasi suku bunga yang lebih rendah) membuat aset denominasi USD kurang menarik dibandingkan dengan mata uang lain. Ini mengurangi permintaan terhadap Dolar AS.
  • Kesimpulan: USD Cenderung MELEMAH.

3. Jika Angka Aktual Core PCE m/m = Angka Forecast (Sesuai Ekspektasi):
  • Interpretasi: Angka inflasi sesuai dengan apa yang sudah diperkirakan oleh pasar.
  • Dampak pada USD: Dampaknya biasanya relatif netral atau terbatas, meskipun masih bisa terjadi volatilitas singkat karena trader mengonfirmasi ekspektasi mereka. Pergerakan besar biasanya terjadi ketika ada "kejutan" (angka aktual sangat berbeda dari forecast).

Penting untuk Dicatat:
  • Angka "Previous" dan "Forecast" sangat krusial. Trader akan membandingkan angka *aktual* yang dirilis dengan angka *forecast* (perkiraan) yang sudah ada di pasar, serta angka *previous* (sebelumnya) untuk melihat tren. Semakin besar selisih antara angka aktual dan forecast, semakin besar dampaknya.
  • Data ini adalah salah satu yang paling dinanti oleh pasar dan dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan pada pasangan mata uang yang melibatkan USD (misalnya, EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, XAU/USD atau emas, dan pasar saham).

Ketika berita ini dirilis pada 26 November 2025 pukul 22:00 WIB, pasar keuangan global akan mencermati setiap detail untuk menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap langkah The Fed di masa depan.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Berdasarkan konteks dan skenario pasar umum untuk indikator berdampak tinggi seperti Core PCE m/m, berikut analisanya:
  • Alasan Utama (Fundamental & Sentimen Pasar):
  • Preferensi The Fed: Core PCE adalah indikator inflasi utama pilihan Federal Reserve. Setiap angka yang menyimpang dari ekspektasi akan secara signifikan mengubah pandangan pasar terhadap jalur kebijakan moneter The Fed (suku bunga).
  • Fokus Inflasi Inti: "Core" mengecualikan item volatil (makanan/energi), sehingga memberikan gambaran inflasi yang lebih "murni" dan berkelanjutan. Angka ini sangat diperhatikan untuk mengukur tekanan harga yang mendasari.
  • Siklus Suku Bunga: Pasar sangat sensitif terhadap sinyal pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter. Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi akan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga atau penahanan suku bunga tinggi lebih lama, sementara angka yang lebih rendah akan mendorong ekspektasi penurunan suku bunga.
  • Skenario Alternatif & Implikasi Trader:

1. Jika Angka Aktual Core PCE m/m > Angka Forecast (Inflasi Lebih Tinggi):
  • Reaksi Pasar: Pasar akan segera memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan yang ketat (hawkish) lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
  • Dampak pada USD: Permintaan terhadap USD akan melonjak karena ekspektasi imbal hasil yang lebih tinggi.
  • Sentimen Trader: Profit-taking pada posisi risk-on, pergeseran ke aset safe-haven/USD. Tweet dan berita akan fokus pada "inflasi yang sulit dikendalikan" atau "Fed harus bertindak lebih agresif."
  • Prediksi: USD MENGUAT signifikan.

2. Jika Angka Aktual Core PCE m/m < Angka Forecast (Inflasi Lebih Rendah):
  • Reaksi Pasar: Pasar akan memperkirakan The Fed akan memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan (dovish) lebih cepat, seperti memangkas suku bunga.
  • Dampak pada USD: Permintaan terhadap USD akan menurun karena ekspektasi imbal hasil yang lebih rendah.
  • Sentimen Trader: Peningkatan risk appetite, pembelian aset berisiko, penjualan USD. Berita akan berpusat pada "inflasi terkendali" atau "peluang pemotongan suku bunga The Fed semakin dekat."
  • Prediksi: USD MELEMAH signifikan.

3. Jika Angka Aktual Core PCE m/m = Angka Forecast (Sesuai Ekspektasi):
  • Reaksi Pasar: Dampak awal mungkin netral, namun pasar akan menyesuaikan posisi berdasarkan ekspektasi yang sudah terbentuk.
  • Sentimen Trader:
  • Jika pasar sudah sangat bullish USD (mengantisipasi inflasi tinggi), bisa terjadi "sell the news" (aksi profit-taking) yang justru menyebabkan USD melemah sementara.
  • Jika pasar seimbang atau sedikit bearish USD, angka sesuai ekspektasi bisa memicu konsolidasi atau sedikit penguatan jika forecast sudah rendah.
  • Dampak pada USD: Volatilitas jangka pendek, cenderung NETRAL hingga sedikit MELEMAH jika profit-taking mendominasi setelah akumulasi posisi.
  • Pentingnya Deviasi: Reaksi pasar akan paling kuat terhadap seberapa besar angka aktual menyimpang dari angka forecast. Semakin besar penyimpangan, semakin besar dampaknya pada USD.

KEPUTUSAN: Tergantung pada hasil data aktual. Namun, secara umum, kejutan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan (Actual > Forecast) cenderung memiliki dampak penguatan yang lebih agresif dan berkelanjutan bagi USD dibandingkan dengan skenario lainnya, mengingat fokus The Fed pada penjinakan inflasi. Oleh karena itu, jika harus memilih satu kecenderungan *potensial terkuat* dari pergerakan harga, ini adalah skenario yang paling mungkin menyebabkan penguatan signifikan.