Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bahas berita ekonomi "Average Hourly Earnings m/m" ini.


---


Average Hourly Earnings m/m (Upah Rata-rata Per Jam MoM)


  • Mata Uang: USD
  • Dampak: Tinggi
  • Perkiraan (Forecast): 0.3%
  • Sebelumnya (Previous): 0.3%
  • Waktu: 2025-11-20 20:30 WIB (Waktu Indonesia Barat)

---


#

Penjelasan:

Apa itu Average Hourly Earnings m/m?


  • Average Hourly Earnings (AHE) adalah indikator ekonomi yang mengukur perubahan rata-rata upah per jam yang dibayarkan kepada semua pekerja, tidak termasuk sektor pertanian. Data ini biasanya dilaporkan bersamaan dengan Non-Farm Payrolls (NFP) dan Tingkat Pengangguran.
  • m/m (month-over-month) berarti data ini membandingkan perubahan upah rata-rata dari bulan sebelumnya ke bulan saat ini.

Mengapa Ini Penting?


1. Indikator Inflasi: Kenaikan upah yang lebih cepat seringkali dianggap sebagai sinyal inflasi. Ketika pekerja mendapatkan lebih banyak uang, mereka memiliki daya beli yang lebih besar, yang dapat mendorong permintaan barang dan jasa. Permintaan yang tinggi ini dapat menyebabkan harga naik.

2. Daya Beli Konsumen: Upah yang lebih tinggi berarti konsumen memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Belanja konsumen adalah komponen terbesar dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS, sehingga pertumbuhan upah yang sehat mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

3. Kebijakan Moneter The Fed: Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sangat memantau data upah. Jika upah tumbuh terlalu cepat, The Fed mungkin merasa perlu menaikkan suku bunga (atau mempertahankannya pada tingkat tinggi) untuk meredam inflasi. Sebaliknya, jika pertumbuhan upah melambat secara signifikan, ini bisa menjadi tanda pelemahan ekonomi atau inflasi yang terkendali, yang mungkin mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga.

4. Kesehatan Pasar Tenaga Kerja: Pertumbuhan upah yang kuat seringkali menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat, di mana pengusaha harus bersaing untuk menarik dan mempertahankan karyawan.


#

Analisa Dampak Terhadap Mata Uang USD:

Karena dampak berita ini adalah "Tinggi", reaksi pasar terhadap perbedaan antara angka Aktual dan Perkiraan dapat sangat signifikan.


Skenario 1: Angka Aktual > Perkiraan (Misalnya: 0.4% atau lebih tinggi)


  • Interpretasi: Kenaikan upah per jam lebih cepat dari yang diharapkan. Ini menandakan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dan potensi tekanan inflasi yang lebih tinggi.
  • Reaksi The Fed (Potensial): The Fed kemungkinan akan menafsirkan ini sebagai tanda bahwa inflasi masih menjadi kekhawatiran dan mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
  • Dampak Terhadap USD: Positif (USD Menguat). Suku bunga yang lebih tinggi membuat USD lebih menarik bagi investor asing yang mencari pengembalian yang lebih baik dari aset berbasis dolar.

Skenario 2: Angka Aktual < Perkiraan (Misalnya: 0.2% atau lebih rendah)

  • Interpretasi: Kenaikan upah per jam lebih lambat dari yang diharapkan. Ini bisa menjadi sinyal pelemahan pasar tenaga kerja dan potensi melambatnya inflasi.
  • Reaksi The Fed (Potensial): The Fed mungkin melihat ini sebagai bukti bahwa kebijakan pengetatan moneter mereka mulai berhasil dalam mengendalikan inflasi, atau bahwa ekonomi mulai melambat. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan The Fed untuk memotong suku bunga di masa depan atau mengadopsi sikap yang lebih dovish.
  • Dampak Terhadap USD: Negatif (USD Melemah). Prospek suku bunga yang lebih rendah membuat USD kurang menarik dibandingkan mata uang lainnya.

Skenario 3: Angka Aktual = Perkiraan (0.3%)
  • Interpretasi: Kenaikan upah per jam sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Reaksi Pasar: Dampak terhadap USD kemungkinan akan netral atau terbatas, kecuali jika ada data lain (seperti NFP atau Tingkat Pengangguran yang dirilis bersamaan) yang memberikan kejutan besar. Pasar mungkin telah memperhitungkan hasil ini.

Penting untuk Diperhatikan:
  • Konteks Global: Dampak terhadap USD juga akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, sentimen risiko, dan berita ekonomi dari negara lain.
  • Data Pendamping: Average Hourly Earnings jarang berdiri sendiri. Hasilnya akan sangat dipengaruhi oleh data NFP (Non-Farm Payrolls) dan Tingkat Pengangguran yang dirilis pada waktu yang sama. Misalnya, jika upah naik lebih dari yang diperkirakan, tetapi NFP jauh di bawah ekspektasi, dampaknya terhadap USD bisa menjadi ambigu.
  • Revisi Data Sebelumnya: Perubahan pada data bulan sebelumnya juga bisa memengaruhi reaksi pasar.

Sebagai rangkuman, rilis data Average Hourly Earnings m/m adalah momen penting bagi trader dan investor USD, karena memberikan wawasan krusial tentang tekanan inflasi dan kesehatan pasar tenaga kerja AS, yang keduanya sangat memengaruhi keputusan kebijakan The Fed dan nilai tukar USD.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Analisa Dampak Average Hourly Earnings m/m pada USD (2025-11-20)

Konteks Umum & Sentimen Pasar (Prediktif 2025):
Menjelang akhir 2025, diasumsikan pasar akan sangat fokus pada data inflasi dan pasar tenaga kerja untuk memprediksi langkah The Fed selanjutnya (apakah akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau mulai memangkas suku bunga). Sentimen umum kemungkinan cenderung *mencari
  • tanda-tanda pelonggaran inflasi untuk mendorong ekspektasi pemotongan suku bunga. Namun, The Fed sendiri akan tetap menekankan data-dependensi dan kehati-hatian terhadap inflasi.

Analisa Skenario & Prediksi Dampak:
  • Skenario 1: Angka Aktual > Perkiraan (misal: 0.4% atau lebih tinggi)
  • Interpretasi & Alasan Utama: Kenaikan upah yang lebih cepat dari perkiraan menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih sangat ketat dan tekanan inflasi yang persisten (upah yang lebih tinggi dapat memicu inflasi harga barang dan jasa).
  • Reaksi The Fed (Potensial): The Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap hawkish, menunda pemotongan suku bunga yang diantisipasi pasar, atau bahkan membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut jika angka ini sangat tinggi dan inflasi keseluruhan tetap di atas target.
  • Sentimen & Kebiasaan Trader: Trader akan cepat menafsirkan ini sebagai "higher for longer" untuk suku bunga. Media sosial dan berita akan ramai dengan kekhawatiran inflasi. Investor akan memindahkan modal ke aset berbasis USD yang menawarkan yield lebih tinggi.
  • Dampak Terhadap USD: MENGUAT signifikan.
  • Skenario 2: Angka Aktual < Perkiraan (misal: 0.2% atau lebih rendah)
  • Interpretasi & Alasan Utama: Pertumbuhan upah yang melambat menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin dan tekanan inflasi yang mereda. Ini selaras dengan tujuan The Fed untuk mengendalikan inflasi.
  • Reaksi The Fed (Potensial): The Fed mungkin melihat ini sebagai bukti bahwa kebijakan moneter yang ketat mulai efektif dan meningkatkan kemungkinan untuk memulai pemotongan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, atau mengadopsi narasi yang lebih dovish.
  • Sentimen & Kebiasaan Trader: Trader akan merayakan "pivot" The Fed yang semakin dekat. Ekspektasi pemotongan suku bunga akan meningkat tajam, memicu aksi jual pada USD. Berita dan media sosial akan fokus pada sinyal pelemahan ekonomi atau keberhasilan The Fed mengendalikan inflasi.
  • Dampak Terhadap USD: MELEMAH signifikan.
  • Skenario 3: Angka Aktual = Perkiraan (0.3%)
  • Interpretasi & Alasan Utama: Hasil sesuai ekspektasi pasar, menunjukkan stabilitas dalam pertumbuhan upah. Ini tidak memberikan kejutan signifikan bagi The Fed atau pasar.
  • Reaksi Pasar & Trader: Dampak terhadap USD cenderung netral atau terbatas. Perhatian akan beralih ke data ekonomi lainnya yang dirilis bersamaan (seperti Non-Farm Payrolls atau Tingkat Pengangguran) atau pernyataan pejabat The Fed berikutnya. Pergerakan harga mungkin lebih didorong oleh sentimen umum atau faktor teknikal.
  • Dampak Terhadap USD: NETRAL/TERBATAS.

Kesimpulan Sentimen Dominan:
Mengingat dampak "Tinggi" dan fokus The Fed pada inflasi, pasar akan sangat sensitif terhadap deviasi dari ekspektasi. Jika The Fed masih dalam mode "hawkish" atau setidaknya "wait and see" di akhir 2025, berita AHE yang lebih tinggi dari perkiraan akan memperkuat narasi "suku bunga tinggi lebih lama", yang sangat positif untuk USD. Sebaliknya, berita yang lebih rendah dari perkiraan akan memicu ekspektasi pemotongan suku bunga, menekan USD.

Melihat kebiasaan trader, reaksi terhadap angka yang "hotter" (lebih tinggi) dari perkiraan seringkali lebih cepat dan kuat dalam mendorong USD menguat, karena melawan narasi "pivot" yang sangat diharapkan pasar, dan menggarisbawahi kegigihan The Fed. Sedangkan angka yang "cooler" (lebih rendah) mungkin menyebabkan pelemahan, tetapi kekuatan pelemahan mungkin bergantung pada seberapa besar pasar sudah memasukkan ekspektasi pemotongan.

KEPUTUSAN: Mengingat data ini sangat penting untuk kebijakan moneter The Fed dan fokus pada pengendalian inflasi, MENGUAT adalah skenario yang paling mungkin terjadi jika ada kejutan positif (lebih tinggi dari perkiraan) karena hal itu akan membatalkan ekspektasi dovish dan memperkuat sikap hawkish The Fed.