Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bedah berita ekonomi berdampak tinggi ini:


---


Berita Ekonomi: Core CPI m/m

  • Nama: Core CPI m/m (Indeks Harga Konsumen Inti bulanan)
  • Mata Uang: USD
  • Dampak: Tinggi
  • Perkiraan (Forecast): 0.3%
  • Sebelumnya (Previous): 0.3%
  • Waktu: 2025-10-24 19:30 WIB (ini adalah waktu rilis di masa depan, jadi analisis ini bersifat antisipatif terhadap rilisnya nanti)

---


1. Penjelasan Core CPI m/m


  • Apa itu CPI? CPI (Consumer Price Index) atau Indeks Harga Konsumen adalah ukuran perubahan harga rata-rata dari sekeranjang barang dan jasa konsumen yang dibeli oleh rumah tangga. Ini adalah indikator utama inflasi.
  • Apa itu "Core" CPI? "Core" atau "Inti" CPI mengecualikan komponen harga yang sangat volatil seperti makanan dan energi. Alasannya adalah harga makanan dan energi dapat berfluktuasi secara drastis karena faktor-faktor musiman, cuaca, atau geopolitik, yang mungkin tidak mencerminkan tekanan inflasi yang mendasarinya dan berkelanjutan dalam perekonomian.
  • Mengapa "Core" penting? Bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) di AS cenderung lebih fokus pada inflasi inti karena dianggap memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tren inflasi jangka panjang dan lebih stabil, sehingga menjadi panduan yang lebih baik untuk keputusan kebijakan moneter (suku bunga).
  • Apa itu "m/m"? "Month-over-month" (bulanan) berarti data ini membandingkan perubahan harga dari bulan sebelumnya ke bulan sekarang. Jadi, 0.3% berarti ada kenaikan harga sebesar 0.3% dari bulan sebelumnya.
  • Data yang diberikan:
  • Perkiraan (Forecast): 0.3% adalah ekspektasi para ekonom dan analis pasar mengenai kenaikan harga inti bulanan.
  • Sebelumnya (Previous): 0.3% adalah angka aktual yang dirilis untuk bulan sebelumnya.

2. Analisis Dampak terhadap Mata Uang USD


Data Core CPI adalah salah satu indikator inflasi terpenting yang digunakan The Fed untuk menentukan kebijakan suku bunga. Karena suku bunga sangat memengaruhi daya tarik mata uang, rilis data ini memiliki dampak "tinggi" terhadap USD.


Berikut adalah skenario dampaknya berdasarkan perbandingan antara data Aktual (yang akan dirilis nanti) dengan Perkiraan:


  • Skenario 1: Aktual > Perkiraan (Misalnya, Core CPI m/m rilis 0.4% atau lebih tinggi)
  • Interpretasi: Inflasi inti lebih tinggi dari yang diperkirakan dan mungkin mengalami percepatan. Ini menunjukkan bahwa tekanan harga dalam perekonomian masih kuat.
  • Reaksi The Fed: Dengan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, The Fed kemungkinan akan merasa lebih tertekan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika tren ini berlanjut. Ini adalah sikap "hawkish" (mengetatkan moneter).
  • Dampak pada USD: Menguat. Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset berdenominasi USD lebih menarik bagi investor global, meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

  • Skenario 2: Aktual < Perkiraan (Misalnya, Core CPI m/m rilis 0.2% atau lebih rendah)
  • Interpretasi: Inflasi inti lebih rendah dari yang diperkirakan atau menunjukkan perlambatan yang lebih signifikan. Ini mengindikasikan bahwa tekanan harga mungkin mereda.
  • Reaksi The Fed: Dengan inflasi yang mereda lebih cepat dari yang diharapkan, The Fed mungkin memiliki lebih banyak ruang untuk mulai mempertimbangkan pemotongan suku bunga di masa depan, atau mengadopsi sikap yang lebih "dovish" (melonggarkan moneter).
  • Dampak pada USD: Melemah. Ekspektasi pemotongan suku bunga di masa depan akan mengurangi daya tarik aset berdenominasi USD, sehingga permintaan dolar AS menurun.
  • Skenario 3: Aktual = Perkiraan (Misalnya, Core CPI m/m rilis tepat 0.3%)
  • Interpretasi: Inflasi inti sesuai dengan ekspektasi pasar. Ini berarti tidak ada kejutan signifikan dari data tersebut.
  • Reaksi The Fed: Kemungkinan besar tidak akan ada perubahan besar dalam ekspektasi kebijakan The Fed berdasarkan data ini saja, karena pasar sudah memperhitungkannya.
  • Dampak pada USD: Reaksi cenderung terbatas atau netral. Mungkin ada sedikit volatilitas awal saat trader menyesuaikan posisi, tetapi tidak akan ada pergerakan terarah yang kuat dan berkelanjutan kecuali ada faktor lain yang berperan.

Penting untuk Diperhatikan:
  • Tren: Trader dan analis juga akan melihat apakah angka ini merupakan bagian dari tren inflasi yang lebih luas atau hanya anomali satu bulan.
  • Komentar The Fed: Setiap pernyataan dari pejabat The Fed sebelum atau sesudah rilis data ini juga akan sangat memengaruhi interpretasi pasar.
  • Data Ekonomi Lain: Core CPI tidak berdiri sendiri. Pasar juga akan mempertimbangkan data ekonomi lainnya seperti laporan pekerjaan, PDB, penjualan ritel, dan indeks manajer pembelian (PMI) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kesehatan ekonomi AS.

Singkatnya, perbedaan antara angka aktual yang dirilis dengan perkiraan pasar adalah pendorong utama pergerakan USD. Semakin besar deviasi dari perkiraan, semakin besar pula dampaknya.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Analisis Prediksi USD Berdasarkan Rilis Core CPI m/m (Antisipatif 2025-10-24)

Mengingat konteks bahwa Core CPI m/m sangat sensitif terhadap kebijakan The Fed dan ekspektasi pasar, serta dengan asumsi sentimen pasar global cenderung berhati-hati terhadap inflasi yang membandel dan sikap "higher for longer" The Fed, berikut analisisnya:
  • Latar Belakang Sentimen Pasar:
  • Inflasi yang "Sticky": Meskipun ada harapan inflasi mereda, pasar seringkali dihadapkan pada data yang menunjukkan inflasi masih "lengket" atau tidak turun secepat yang diinginkan The Fed. Ini menciptakan bias "hawkish" secara default.
  • The Fed di Bawah Tekanan: The Fed masih sangat fokus pada target inflasi 2%. Setiap sinyal inflasi yang tetap tinggi akan menekan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan.
  • "Higher for Longer": Narasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama masih mendominasi perdebatan, didukung oleh data ekonomi AS yang relatif resilient.
  • Trader Habits: Banyak trader cenderung "membeli desas-desus" (buy the rumor) kenaikan suku bunga atau inflasi, dan menjual saat berita rilis (sell the news) jika tidak ada kejutan signifikan. Mereka juga cenderung bereaksi berlebihan terhadap data yang melampaui ekspektasi dalam arah "hawkish".
  • Skenario Utama (Asymmetric Reaction):
  • Aktual ≥ Perkiraan (0.3% atau lebih tinggi):
  • Alasan: Data ini akan mengkonfirmasi kekhawatiran inflasi yang "sticky" atau bahkan menunjukkan percepatan. Ini akan memperkuat argumen The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat, atau bahkan bersikap lebih hawkish.
  • Reaksi Pasar: USD akan menguat tajam. Pasar akan segera merevisi ekspektasi suku bunga ke atas (tinggi lebih lama/kenaikan).
  • Aktual = Perkiraan (0.3%):
  • Alasan: Meskipun sesuai ekspektasi, data ini menunjukkan inflasi belum cukup mendingin. Bagi pasar yang "berharap" akan penurunan inflasi lebih cepat untuk memicu pemotongan suku bunga, angka ini bisa mengecewakan. Ini menegaskan bahwa The Fed belum memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan.
  • Reaksi Pasar: Volatil pada awalnya, namun cenderung sedikit menguat atau bertahan kuat. Harapan pemotongan suku bunga akan sedikit mereda, memperkuat posisi USD. USD mungkin akan mendapat *support* karena tidak ada kejutan negatif yang memicu *dovish pivot*.
  • Aktual < Perkiraan (0.2% atau lebih rendah):
  • Alasan: Ini akan menjadi kabar baik yang signifikan, menunjukkan inflasi inti benar-benar mereda lebih cepat dari yang diperkirakan. Ini memberi The Fed ruang untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga di masa depan.
  • Reaksi Pasar: USD akan melemah signifikan. Pasar akan segera memproyeksikan jadwal pemotongan suku bunga yang lebih agresif.
  • Analisis Sentimen & Kebiasaan Trader:
  • Mengingat kekhawatiran inflasi yang persisten dan komitmen The Fed, pasar cenderung memiliki bias "hawkish" saat mendekati rilis data inflasi.
  • Asimetri Reaksi: Kekuatan USD cenderung lebih responsif terhadap kejutan inflasi naik atau inflasi yang tetap sesuai ekspektasi namun masih tinggi (0.3% setelah 0.3% sebelumnya dianggap "tinggi"), dibandingkan dengan respon terhadap kejutan inflasi turun yang lebih kecil. Dibutuhkan penurunan signifikan untuk membuat USD melemah secara substansial.
  • Jika sebelum rilis ada narasi atau tweet yang menyoroti kenaikan harga komoditas atau pasar tenaga kerja yang kuat, maka reaksi terhadap angka 0.3% (sesuai forecast) akan lebih condong ke penguatan USD.

KESIMPULAN:
Dengan asumsi sentimen pasar yang cenderung berhati-hati terhadap inflasi dan posisi "higher for longer" The Fed, bahkan jika data rilis sesuai perkiraan (0.3%), hal itu kemungkinan tidak cukup untuk memicu pelemahan USD secara signifikan karena tidak memenuhi harapan "dovish" yang lebih besar. Kejutan ke atas akan sangat mendukung USD, dan hanya kejutan ke bawah yang signifikan yang dapat melemahkan USD.

KEPUTUSAN: MENGUAT