Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bahas berita ekonomi ini.


---


Berita Ekonomi: Core PCE Price Index m/m


  • Nama Indikator: Core PCE Price Index m/m (Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti Bulan ke Bulan)
  • Mata Uang: USD
  • Dampak: Tinggi (High)
  • Perkiraan (Forecast): 0.2%
  • Sebelumnya (Previous): 0.3%
  • Waktu: 2025-09-26 19:30 WIB (Waktu Indonesia Barat)

---


#

Penjelasan (Explanation)

Core PCE Price Index m/m adalah salah satu indikator inflasi terpenting di Amerika Serikat. Mari kita bedah artinya:


1. PCE (Personal Consumption Expenditures): Ini mengukur pengeluaran rumah tangga untuk barang dan jasa di seluruh perekonomian AS. Ini adalah komponen terbesar dari PDB AS.

2. Price Index: Ini menunjukkan perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen.

3. Core (Inti): Ini adalah bagian terpenting. "Core" berarti indeks ini mengecualikan harga makanan dan energi yang sangat volatil (mudah berfluktuasi). Federal Reserve (Bank Sentral AS) lebih memilih "Core PCE" sebagai ukuran inflasi favoritnya karena dianggap lebih baik dalam mencerminkan tren inflasi jangka panjang yang mendasari dan tidak terlalu terpengaruh oleh guncangan pasokan sementara.

4. m/m (Month-over-month): Ini berarti data membandingkan perubahan harga dari bulan sebelumnya ke bulan sekarang.


Mengapa ini penting?

Federal Reserve memiliki mandat ganda untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga (inflasi sekitar 2% per tahun). Core PCE adalah alat utama mereka untuk menilai apakah mereka mencapai tujuan inflasi tersebut.


  • Angka yang lebih tinggi menunjukkan adanya tekanan inflasi yang lebih besar.
  • Angka yang lebih rendah menunjukkan bahwa tekanan inflasi mereda atau terjadi deflasi.

---


#

Analisis Dampak terhadap Mata Uang USD

Dampak Core PCE Price Index terhadap USD sangat tinggi karena secara langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).


Skenario Umum:


1. Jika Data Aktual > Perkiraan (Inflasi Lebih Tinggi dari yang Diharapkan):

  • Implikasi: Ini menunjukkan bahwa inflasi lebih kuat atau lebih persisten daripada yang diantisipasi pasar dan Fed.
  • Reaksi Fed (Potensial): Fed kemungkinan akan mengambil sikap yang lebih "hawkish" (agresif), yang berarti mereka mungkin akan lebih cenderung untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut atau mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama untuk mengendalikan inflasi.
  • Dampak pada USD: Suku bunga yang lebih tinggi di AS membuat aset berbasis USD lebih menarik bagi investor asing, meningkatkan permintaan terhadap USD. Ini akan membuat USD menguat (bullish).

2. Jika Data Aktual < Perkiraan (Inflasi Lebih Rendah dari yang Diharapkan):

  • Implikasi: Ini menunjukkan bahwa inflasi melambat lebih cepat dari yang diantisipasi, atau bahkan mungkin sudah terkendali.
  • Reaksi Fed (Potensial): Fed kemungkinan akan mengambil sikap yang lebih "dovish" (lunak), yang berarti mereka mungkin akan kurang agresif dalam menaikkan suku bunga, atau bahkan mungkin mulai mempertimbangkan pemotongan suku bunga jika inflasi terus menurun secara signifikan.
  • Dampak pada USD: Suku bunga yang lebih rendah di AS mengurangi daya tarik aset berbasis USD, menurunkan permintaan terhadap USD. Ini akan membuat USD melemah (bearish).

3. Jika Data Aktual = Perkiraan (Sesuai Ekspektasi):
  • Implikasi: Pasar telah memperhitungkan data ini ke dalam harga, sehingga dampaknya cenderung minimal atau "netral" terhadap USD. Namun, jika ada perbedaan signifikan dari angka sebelumnya (seperti dalam kasus ini, dari 0.3% ke 0.2%), reaksi pasar mungkin masih ada.

Menganalisis Data Spesifik Anda:
  • Perkiraan (Forecast): 0.2%
  • Sebelumnya (Previous): 0.3%

Pasar saat ini memperkirakan adanya sedikit penurunan inflasi inti (dari 0.3% menjadi 0.2% m/m).
  • Jika angka aktual keluar di atas 0.2% (misalnya 0.3% atau lebih tinggi): Ini akan menjadi kejutan positif bagi USD. Ini berarti inflasi tidak melambat seperti yang diharapkan, mungkin mendorong Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi, sehingga USD akan menguat.
  • Jika angka aktual keluar di bawah 0.2% (misalnya 0.1% atau bahkan 0.0%): Ini akan menjadi kejutan negatif bagi USD. Ini menunjukkan inflasi melambat lebih cepat dari yang diharapkan, meningkatkan kemungkinan Fed akan mengurangi suku bunga lebih awal, sehingga USD akan melemah.
  • Jika angka aktual keluar tepat 0.2%:** Dampaknya cenderung netral atau sedikit negatif karena memang ada penurunan dari bulan sebelumnya, namun sudah sesuai ekspektasi pasar.

Kesimpulan:

Core PCE Price Index m/m adalah laporan inflasi paling penting bagi Federal Reserve. Trader dan investor akan mengamati dengan seksama angka aktualnya dibandingkan dengan perkiraan. Penyimpangan signifikan dari perkiraan akan menyebabkan volatilitas tinggi pada pasangan mata uang yang melibatkan USD, karena akan mengubah ekspektasi mengenai jalur kebijakan suku bunga The Fed di masa depan.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Berikut analisis dampak Core PCE Price Index m/m terhadap USD, berdasarkan konteks yang diberikan dan faktor-faktor pelengkap:

---

#

Analisis Dampak Core PCE Price Index m/m terhadap USD


Konteks Utama & Sentimen Pasar:
  • Pasar saat ini telah memperkirakan adanya pelambatan inflasi inti (dari 0.3% menjadi 0.2% m/m). Ini adalah ekspektasi kunci yang sudah "terharga" (priced-in) ke dalam pasar.
  • Federal Reserve (Fed) menjadikan Core PCE sebagai indikator inflasi favorit. Setiap konfirmasi pelambatan inflasi akan mengurangi tekanan pada Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau melakukan kenaikan lebih lanjut.
  • Sentimen umum cenderung mengharapkan inflasi terus mereda, meskipun ada kekhawatiran tentang "inflasi lengket" (sticky inflation).

Alasan Utama (Fundamental/Sentimen):
  • Ekspektasi Pelambatan Inflasi: Angka perkiraan 0.2% sudah lebih rendah dari sebelumnya 0.3%. Ini mengindikasikan bahwa pasar sudah mengantisipasi disinflasi (pelambatan laju inflasi).
  • Reaksi Fed yang Potensial Lebih Dovish: Jika data aktual sesuai atau di bawah perkiraan, ini akan mendukung narasi bahwa inflasi terkendali, memberikan ruang bagi Fed untuk bersikap kurang agresif (lebih dovish). Skenario ini umumnya negatif bagi USD.
  • "Sell the News" Trader Habits: Jika pasar telah memposisikan diri untuk pelemahan USD karena ekspektasi disinflasi ini, data yang sesuai dengan perkiraan dapat memicu aksi jual pada USD, karena tidak ada lagi "kejutan hawkish" yang bisa menjadi katalis penguatan.

Skenario Alternatif:
  • Jika Data Aktual = 0.2% (Sesuai Perkiraan):
  • Implikasi: Inflasi melambat persis seperti yang diharapkan pasar.
  • Dampak pada USD: Cenderung netral hingga sedikit melemah. Karena pelambatan inflasi sudah diperkirakan, tidak ada kejutan yang mendorong USD menguat signifikan. Bahkan bisa terjadi sedikit pelemahan karena "sell the news" dari posisi bullish USD yang dibangun berdasarkan kekhawatiran inflasi sebelumnya.
  • Jika Data Aktual < 0.2% (Misal: 0.1% atau 0.0%):
  • Implikasi: Inflasi melambat lebih cepat dan lebih signifikan dari yang diharapkan. Ini adalah kejutan dovish yang kuat.
  • Dampak pada USD: Melemah signifikan. Pasar akan memperkirakan Fed akan mengambil sikap yang lebih lunak, bahkan mungkin mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih cepat.
  • Jika Data Aktual > 0.2% (Misal: 0.3% atau 0.4%):
  • Implikasi: Inflasi lebih kuat atau lebih persisten dari yang diharapkan pasar. Ini adalah kejutan hawkish.
  • Dampak pada USD: Menguat signifikan. Pasar akan menafsirkan ini sebagai Fed harus tetap hawkish lebih lama, bahkan mungkin menaikkan suku bunga lagi.

Prediksi Berdasarkan Konteks:

Mengingat bahwa perkiraan pasar sudah mengindikasikan pelambatan inflasi (0.3% -> 0.2%), dan sentimen umum mendukung harapan disinflasi, skenario yang paling mungkin menyebabkan pelemahan USD adalah jika data aktual sesuai dengan perkiraan (0.2%) atau bahkan lebih rendah. Dalam kasus data aktual sesuai perkiraan, tidak ada dorongan baru untuk USD menguat, dan mungkin ada koreksi turun karena profit-taking atau re-evaluasi kebijakan Fed di masa depan yang berpotensi lebih dovish. Untuk USD menguat, dibutuhkan kejutan inflasi yang jauh lebih tinggi dari 0.2%.

---
KEPUTUSAN: MELEMAH untuk USD (dengan asumsi data aktual sesuai atau di bawah perkiraan 0.2%)