Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Berita ekonomi "Average Hourly Earnings m/m" (Pendapatan Per Jam Rata-rata bulanan) dengan dampak tinggi menunjukkan pertumbuhan upah rata-rata per jam di Amerika Serikat. Data ini dirilis pada 3 Juli 2025 pukul 19:30 WIB. Angka aktual sebesar 0.3% lebih rendah dari perkiraan (forecast) 0.4% dan juga lebih rendah dari bulan sebelumnya (0.4%).


Analisis Dampak terhadap USD:


Pertumbuhan upah yang lebih rendah dari ekspektasi umumnya dianggap bersifat *bearish

  • (negatif) untuk USD dalam jangka pendek. Berikut penjelasannya:

  • Inflasi dan The Fed: Pertumbuhan upah merupakan indikator penting inflasi. Upah yang tumbuh lebih lambat dari perkiraan mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mungkin lebih rendah daripada yang diperkirakan. Hal ini dapat membuat The Federal Reserve (bank sentral AS) merasa lebih nyaman untuk mempertahankan suku bunga acuan atau bahkan menurunkan suku bunga lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya. Penurunan suku bunga biasanya menekan nilai USD karena membuat investasi di AS kurang menarik bagi investor asing.

  • Ekspektasi Pasar: Pasar seringkali sudah mengantisipasi data ekonomi tertentu. Karena perkiraan pertumbuhan upah adalah 0.4%, pasar mungkin sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Angka aktual yang lebih rendah (0.3%) dapat mengecewakan pasar dan menyebabkan koreksi harga USD. Investor mungkin akan mengurangi posisi *long* (membeli) USD.

  • Faktor Lain: Penting untuk diingat bahwa dampak dari berita ini bergantung pada konteks ekonomi yang lebih luas. Faktor-faktor lain seperti data inflasi lainnya (misalnya, CPI atau PCE), pertumbuhan ekonomi, dan sentimen pasar secara keseluruhan juga akan mempengaruhi nilai USD. Berita ini hanyalah satu potongan puzzle dalam menentukan pergerakan nilai tukar.

Kesimpulan:


Secara umum, rilis data "Average Hourly Earnings" yang lebih rendah dari ekspektasi cenderung menekan nilai USD dalam jangka pendek. Namun, dampaknya bisa bervariasi dan tergantung pada bagaimana pasar merespon informasi tersebut dalam konteks ekonomi yang lebih luas. Perlu diperhatikan data ekonomi lainnya dan reaksi pasar untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.


Prediksi Dampak Terhadap Mata Uang Terkait

Berikut analisa mendalam berdasarkan konteks yang diberikan:

Analisa Dampak "Average Hourly Earnings m/m" terhadap USD (3 Juli 2025):
  • Data Kunci:
  • Aktual: 0.3%
  • Forecast: 0.4%
  • Sebelumnya: 0.4%
  • Deviasi: Lebih rendah dari perkiraan (-0.1%) dan bulan sebelumnya.
  • Alasan Utama (Fundamental & Sentimen Pasar):
  • Pelonggaran Tekanan Inflasi & Kebijakan The Fed: Data ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan upah (yang berkontribusi pada inflasi) di AS mereda lebih cepat dari yang diperkirakan. Pasar akan segera menginterpretasikan ini sebagai sinyal dovish bagi The Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi pemotongan suku bunga acuan oleh The Fed dalam waktu dekat atau penundaan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan meningkat. Suku bunga yang lebih rendah atau ekspektasi pemotongan suku bunga membuat USD kurang menarik bagi investor asing, sehingga mendorong pelemahan.
  • Kekecewaan Pasar dan Profit-Taking: Angka aktual yang lebih rendah dari perkiraan (0.3% vs 0.4%) akan mengecewakan investor yang telah memposisikan diri untuk USD yang lebih kuat berdasarkan ekspektasi pertumbuhan upah yang lebih tinggi. Ini memicu aksi jual cepat oleh trader algoritmik dan profit-taking oleh trader spekulatif yang memegang posisi *long* USD. Sentimen awal di media sosial dan berita akan berfokus pada "inflasi yang mendingin" dan "peluang pemotongan suku bunga The Fed," yang memperkuat narasi bearish untuk USD.
  • Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi: Meskipun pertumbuhan upah yang melambat bisa dilihat sebagai bagian dari "soft landing," jika data ini dikombinasikan dengan indikator ekonomi lain yang kurang menggembirakan, pasar bisa menginterpretasikannya sebagai tanda perlambatan ekonomi yang lebih signifikan. Ini dapat memicu sentimen *risk-off* yang awalnya bisa mendukung USD sebagai *safe haven*, namun fundamental jangka panjang dari ekonomi yang melemah tetap menekan mata uang. Namun, untuk konteks upah, sentimen awal cenderung ke pelemahan USD karena prospek suku bunga.
  • Skenario Alternatif (Potensi Penguatan atau Pembatasan Penurunan USD):
  • Data Ekonomi Lain yang Lebih Kuat: Jika dalam waktu dekat, ada rilis data ekonomi AS lainnya (misalnya, Non-Farm Payrolls yang jauh di atas ekspektasi, atau pertumbuhan PDB yang sangat kuat) yang mengindikasikan ketahanan ekonomi AS yang signifikan, hal ini bisa mengimbangi dampak negatif dari pertumbuhan upah yang lemah. Pasar mungkin akan menafsirkan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat meskipun ada moderasi di pasar tenaga kerja.
  • Sentimen Global "Risk-Off" yang Ekstrem: Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik yang parah atau krisis finansial global yang mendalam, USD cenderung menguat sebagai mata uang *safe haven*, terlepas dari data domestiknya yang kurang memuaskan. Investor akan beralih ke aset AS karena likuiditas dan keamanannya.
  • The Fed Tetap Hawkish (Narasi Jangka Menengah): Jika The Fed telah berulang kali menekankan bahwa mereka *masih* fokus memerangi inflasi dan akan menunggu lebih banyak bukti sebelum memotong suku bunga, pasar mungkin melihat pelonggaran upah ini sebagai langkah awal yang baik, tetapi belum cukup untuk mengubah sikap The Fed secara drastis. Dalam hal ini, penurunan USD mungkin terbatas atau bersifat sementara.

KEPUTUSAN: MELEMAH untuk MATA UANG TERKAIT (USD).