Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Berita ekonomi "Penjualan Ritel Inti m/m (Month-over-Month)" dengan dampak tinggi yang dijadwalkan tanggal 15 Mei 2025 pukul 19:30 WIB menunjukkan penurunan penjualan ritel inti di Amerika Serikat. Angka sebelumnya (0.5%) menunjukkan pertumbuhan, sementara perkiraan (0.3%) memperkirakan pertumbuhan yang lebih rendah. Fakta bahwa angka riil kemungkinan akan lebih rendah dari perkiraan (jika rilis resmi lebih rendah dari 0.3%) merupakan indikasi yang negatif.


Penjelasan:


Penjualan ritel inti merupakan indikator penting bagi kesehatan ekonomi AS. Ia mengukur penjualan barang-barang tahan lama dan tidak tahan lama, kecuali penjualan mobil, bahan bakar, dan restoran. Penurunan penjualan ritel inti mengindikasikan melemahnya permintaan konsumen, yang merupakan komponen utama dari perekonomian. Permintaan konsumen yang lemah dapat menandakan perlambatan ekonomi secara keseluruhan.


Analisis Dampak terhadap USD:


Pengumuman penjualan ritel inti yang lebih rendah dari perkiraan (misalnya, angka negatif atau angka positif yang jauh lebih rendah dari 0.3%) cenderung berdampak negatif terhadap USD. Berikut alasannya:


  • Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi: Penjualan ritel yang lemah menunjukkan perlambatan ekonomi, yang mengurangi daya tarik investasi di AS. Investor mungkin akan mengurangi kepemilikan aset berdenominasi USD, sehingga menekan nilai tukar USD.

  • Kebijakan Moneter The Fed: Jika penjualan ritel sangat lemah, The Federal Reserve (bank sentral AS) mungkin akan mempertimbangkan untuk mengurangi tingkat suku bunga atau bahkan menghentikan kenaikan suku bunga yang telah dilakukan sebelumnya. Penurunan suku bunga biasanya dilakukan untuk menstimulasi ekonomi, tetapi hal ini juga dapat mengurangi daya tarik USD karena suku bunga yang lebih rendah membuat aset USD kurang menguntungkan dibandingkan aset negara lain. Oleh karena itu, nilai tukar USD dapat melemah.

  • Sentimen Pasar: Berita negatif ini dapat menciptakan sentimen pasar yang bearish (negatif) terhadap USD. Para pelaku pasar mungkin akan menjual USD dan membeli mata uang safe-haven seperti Yen Jepang atau Franc Swiss.

Kesimpulan:


Secara keseluruhan, pengumuman penjualan ritel inti yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menekan nilai tukar USD. Namun, besarnya dampaknya akan tergantung pada seberapa besar penurunannya dan juga faktor-faktor ekonomi lainnya yang terjadi secara simultan. Jika penurunannya signifikan, dampak negatifnya terhadap USD akan lebih besar. Sebaliknya, jika penurunannya kecil atau minimal, dampaknya mungkin relatif terbatas. Penting untuk memperhatikan reaksi pasar setelah pengumuman resmi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.


Prediksi Dampak Terhadap Mata Uang Terkait

Berdasarkan konteks yang diberikan dan analisis mendalam:

Analisa Penjualan Ritel Inti AS (15 Mei 2025, 19:30 WIB)

Asumsi utama: Angka riil Penjualan Ritel Inti m/m akan lebih rendah dari perkiraan (0.3%).
  • Pelemahan Ekonomi AS & Kebijakan The Fed:
  • Angka yang lebih rendah dari perkiraan akan secara langsung mengonfirmasi pelemahan signifikan dalam permintaan konsumen, yang merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi AS.
  • Ini akan memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mengambil sikap yang lebih dovish (longgar), yaitu menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut atau bahkan mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat untuk menstimulasi ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi daya tarik investasi di aset berdenominasi USD.
  • Sentimen Pasar & Kebiasaan Trader:
  • Berita negatif ini akan memicu sentimen "risk-off" terhadap USD. Trader cenderung akan menjual USD dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman (safe-haven) seperti JPY, CHF, atau emas.
  • Algoritma trading akan bereaksi instan terhadap deviasi signifikan dari perkiraan, mempercepat aksi jual USD.
  • Para trader yang telah memprediksi perlambatan ekonomi akan semakin yakin, memicu gelombang penjualan USD yang terkoordinasi.
  • Implikasi Lanjutan:
  • Melemahnya penjualan ritel inti dapat menekan estimasi PDB AS untuk kuartal tersebut, further reducing confidence in the US economy.
  • Meskipun penjualan ritel inti tidak termasuk inflasi, pelemahan permintaan konsumen dapat mengurangi tekanan inflasi di masa depan, yang akan menjadi alasan lain bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Skenario Alternatif/Mitigasi Dampak:
  • "Less Bad Than Feared": Jika angka riil, meskipun lebih rendah dari perkiraan, tidak terlalu jauh di bawah 0.3% (misalnya 0.2% atau 0.1%), atau jika pasar telah *sangat* agresif mematok pelemahan, dampaknya mungkin lebih moderat karena "bad news" sudah sebagian besar "priced in".
  • Kondisi Ekonomi Global Lain: Jika kondisi ekonomi global, terutama di Eropa atau Tiongkok, menunjukkan pelemahan yang lebih parah pada saat yang sama, USD mungkin masih dianggap "lebih baik" secara relatif dibandingkan mata uang utama lainnya, membatasi penurunan drastis.
  • Fokus The Fed pada Inflasi: Jika pada saat pengumuman ini, inflasi masih menjadi kekhawatiran utama The Fed (meskipun penjualan ritel lemah), pasar mungkin ragu The Fed akan langsung beralih dovish, yang bisa sedikit menahan pelemahan USD. Namun, skenario ini kurang mungkin terjadi dengan data penjualan ritel yang sangat lemah.

KEPUTUSAN: MELEMAH untuk MATA UANG TERKAIT (USD).