Economic Calendar

Wednesday, February 25, 2026

Powered by Google AI:

Tentu, mari kita bedah berita ekonomi ini:


---


Berita Ekonomi: Average Hourly Earnings m/m


  • Name: Average Hourly Earnings m/m (Pendapatan Rata-rata Per Jam bulan ke bulan)
  • Currency: USD
  • Impact: High (Dampak Tinggi)
  • Forecast: 0.3%
  • Previous: 0.3%
  • Time: 2026-02-11 20:30 (WIB/WIT/WITA tergantung lokasi, jika ini adalah waktu New York ET, maka sekitar 08:30 PM ET)

---


#

Penjelasan (Explanation)

Apa itu Average Hourly Earnings m/m?


"Average Hourly Earnings m/m" mengukur perubahan rata-rata upah per jam yang dibayarkan kepada semua pekerja non-pertanian dan non-pemerintah (termasuk sektor swasta) setiap bulannya, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data ini dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics - BLS) bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran.


Mengapa Indikator Ini Penting (High Impact)?


1. Indikator Inflasi Utama: Peningkatan upah berarti konsumen memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Permintaan yang lebih tinggi ini dapat mendorong harga naik, yang merupakan salah satu pemicu inflasi. Bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) memantau pertumbuhan upah dengan cermat sebagai indikator utama tekanan inflasi.

2. Daya Beli Konsumen: Kenaikan upah meningkatkan daya beli konsumen, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi AS. Konsumen yang lebih sejahtera cenderung lebih banyak berbelanja, menopang aktivitas ekonomi.

3. Kebijakan Moneter The Fed: The Fed menggunakan data ini untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja dan potensi tekanan inflasi. Jika upah naik terlalu cepat, The Fed mungkin merasa perlu untuk menaikkan suku bunga untuk mendinginkan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Sebaliknya, pertumbuhan upah yang melambat atau stagnan dapat mengindikasikan kelemahan ekonomi, yang mungkin membuat The Fed mempertahankan suku bunga rendah atau bahkan menurunkannya.


---


#

Analisa Dampak terhadap Mata Uang USD

Karena indikator ini memiliki dampak yang tinggi, reaksi pasar terhadap angka aktual bisa signifikan.


Prakiraan (Forecast) dan Sebelumnya (Previous):

Baik prakiraan maupun angka sebelumnya adalah 0.3%. Ini menunjukkan bahwa pasar saat ini memperkirakan pertumbuhan upah akan stabil pada tingkat yang sama dengan bulan sebelumnya.


Skenario Dampak:


1. Angka Aktual Lebih Tinggi dari Prakiraan (e.g., 0.4% atau lebih tinggi):

  • Implikasi Ekonomi: Pertumbuhan upah lebih kuat dari yang diharapkan. Ini mengindikasikan pasar tenaga kerja yang lebih ketat dan potensi tekanan inflasi yang lebih besar di masa depan.
  • Reaksi The Fed: The Fed kemungkinan akan menafsirkan ini sebagai sinyal untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat (hawkish) atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut (jika belum berada di puncaknya), untuk mengendalikan inflasi.
  • Dampak pada USD: Positif (USD Menguat). Prospek kenaikan suku bunga atau penahanan suku bunga tinggi membuat aset berdenominasi USD lebih menarik bagi investor, meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS.

2. Angka Aktual Lebih Rendah dari Prakiraan (e.g., 0.2% atau lebih rendah, atau bahkan negatif):

  • Implikasi Ekonomi: Pertumbuhan upah lebih lambat dari yang diharapkan. Ini bisa mengindikasikan pasar tenaga kerja yang melambat dan berkurangnya tekanan inflasi. Bisa juga menjadi tanda awal perlambatan ekonomi.
  • Reaksi The Fed: The Fed mungkin akan menafsirkan ini sebagai sinyal untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter (dovish), seperti penundaan kenaikan suku bunga, atau bahkan pemotongan suku bunga di masa depan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
  • Dampak pada USD: Negatif (USD Melemah). Prospek suku bunga yang lebih rendah membuat aset berdenominasi USD kurang menarik, mengurangi permintaan terhadap Dolar AS.

3. Angka Aktual Sesuai Prakiraan (0.3%):

  • Implikasi Ekonomi: Pertumbuhan upah sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Reaksi The Fed: The Fed kemungkinan akan mempertahankan pandangan dan kebijakan yang sudah ada, karena tidak ada kejutan signifikan dari sisi upah.
  • Dampak pada USD: Netral atau Pergerakan Terbatas. Pasar mungkin sudah memasukkan ekspektasi ini ke dalam harga, sehingga dampak langsungnya kecil kecuali ada data lain yang dirilis bersamaan (seperti NFP dan tingkat pengangguran) yang mengejutkan.

Catatan Penting:

Data Average Hourly Earnings m/m selalu dirilis bersamaan dengan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran. Oleh karena itu, pasar akan melihat ketiga data ini secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kesehatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan The Fed. Seringkali, dampak dari NFP dan AHE saling melengkapi atau bahkan dapat saling meniadakan jika keduanya bergerak berlawanan.


Prediksi Dampak Terhadap USD

Berdasarkan konteks yang diberikan dan simulasi riset mendalam mengenai dinamika pasar, sentimen, serta kebiasaan trader, berikut adalah analisa potensi dampak Average Hourly Earnings m/m terhadap USD:
  • Sentimen Pasar & Narasi Utama: Pasar saat ini sangat sensitif terhadap data inflasi, dan pertumbuhan upah adalah indikator inflasi utama bagi Federal Reserve (The Fed). Narasi yang dominan adalah The Fed akan tetap "hawkish" (keras) dalam kebijakannya jika tekanan inflasi, termasuk dari upah, masih tinggi.
  • Prakiraan Stabil (0.3%): Angka prakiraan yang sama dengan sebelumnya menunjukkan pasar mengharapkan stabilitas. Ini berarti setiap deviasi dari angka ini akan memiliki dampak signifikan karena akan menjadi "kejutan" bagi pasar.
  • Kebiasaan Trader: Trader cenderung bereaksi cepat dan kuat terhadap data berimpact tinggi seperti AHE. Jika data mendukung pandangan The Fed akan terus menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama ("higher for longer"), USD akan menguat. Sebaliknya, jika data mengindikasikan pelonggaran kebijakan, USD akan melemah.
  • Fokus pada "Beat": Dalam lingkungan di mana The Fed masih berjuang melawan inflasi, sebuah angka AHE yang lebih tinggi dari perkiraan (bahkan sedikit di atas 0.3%) akan menjadi pemicu kuat bagi pandangan hawkish. Ini akan diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih terlalu ketat dan tekanan inflasi dari sisi upah masih ada. Hal ini akan memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut atau penahanan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, menjadikan USD lebih menarik.
  • Skenario Alternatif:
  • Angka Aktual Lebih Rendah dari Prakiraan (e.g., 0.2% atau lebih rendah): Ini akan memicu spekulasi bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan lebih cepat (dovish), mendorong Dolar AS untuk melemah tajam.
  • Angka Aktual Sesuai Prakiraan (0.3%): Dampak kemungkinan netral hingga sedikit negatif pada USD jika pasar sebelumnya sudah "over-optimis" terhadap kemungkinan kenaikan upah yang lebih tinggi, sehingga memicu aksi "sell the fact". Namun, umumnya dampak tidak akan sebesar deviasi.

Kesimpulan Berdasarkan Kecenderungan Pasar:
Mengingat The Fed masih berfokus pada pengendalian inflasi, sebuah kejutan positif (angka lebih tinggi dari perkiraan) pada pertumbuhan upah cenderung memicu reaksi penguatan USD yang lebih kuat dan persisten, dibandingkan kejutan negatif yang memicu pelemahan. Pasar lebih cenderung "reward" sinyal hawkish dalam kondisi saat ini.

KEPUTUSAN: MENGUAT untuk USD (jika angka aktual lebih tinggi dari prakiraan, bahkan sedikit).